Hari ini aku menghadiri acara pengajian di rumahnya Jeng Novi di daerah Balam Road, sebelumnya tau informasi tentang kegiatan ini dari Febi dan aku langsung dapat undangan pengajian yang di kirim melalui private message di yahoo oleh beliau. Bisa di bilang ini pengajian pertama yang aku pernah ikuti selama tinggal di singapore.Kali ini ada satu teman warga Hougang berhalangan hadir, hanya satu kandidat saja yang sempat hadir dalam acara pengajian siang tadi.
Ritual seperti biasa yang di lakukan para ibu-ibu adalah bersalam-salaman dan bercupika-cupiki pada saat pertemuan. Kemudian setelah itu mereka akan mengambil posisi masing-masing untuk mengobrol lebih santai dengan teman-teman yang lain, biasanya para ibu-ibu yang belum saling mengenal memperkenalkan diri nya masing-masing kepada teman terbarunya tersebut.
Kebetulan pada hari yang sama aku puasa, tepatnya membayar puasa atas utang tahun lalu.. boleh dunk pengen nambah amal pastinya dengan menghadiri pengajian. Dan akhirnya terpilih-lah diriku untuk menjadi penerjemah pembacaan ayat al-quaran yang di bacakan oleh Mba Nonong [ Ibu yang paling jago bikin rujak Aceh].
Menurut Febi, pengajian kali ini lebih ke arah mendengarkan ceramah yang di bawakan oleh Ustadz Rahayu, salah satu dari ustadz wanita terkenal di singapura. Siang itu Ustadz Rahayu datang agak terlambat dan untuk memulai acara panitia akhirnya menunjuk Ibu Anna Farida sebagai pembuka acara. Topic ceramah siang itu membahas "Ketika Suami Istri Berjauhan", awalnya perbincangan yang di bawakan Ibu Anna Farida cukup mendapat sambutan yang baik dari para pendengar. Aku sendiri sangat menyukai cara ia menyampaikan ceramah. Beliau memang sering mengisi acara penceramahan di berbagai stasiun teve dan radio di indonesia.
Tidak lama kemudia Ustadz Rahayu tiba dan siap berbagi pengalam tentang topic di atas. Pada dasarnya dia mempunyai wawasan yang luas, tapi sayangnya aku tidak begitu mengerti, karena sedikit banyak beliau menggunakan bahasa melayu. Yang agak sulit di cerna. Kendala lainnya, Penyampaian ceramah tidak begitu jelas karena mic dan speaker memberikan feeback yang kurang baik saat ia berbicara.
Topic siang itu membahas banyak hal tentang pernikahan, "Hak istri, Hak Suami dan Fungsi rumah tangga atas dasar Islam". Pemabahasan berlanjut diluar topic asal, para ibu-ibu yang hadir turut berpartisipasi membahas dengan antusias saat pembicaraan mulai merembet ke arah "poligami". Hmm sepertinya topic itu tidak akan pernah ada habisnya, karena pada dasarnya kebanyakan para kaum pria merasa berpoligami/mempunyai istri lebih dari satu di perbolehkan dalam agama islam. Pandangan-pandangan yang menurutku salah, dmana para kaum pria menjadikan kambing hitam dan berdalih atas nama hadist.
Realita membuktikan, sesuai survey dan observasi yang sudah di dapat bahwa tidak kaum pria yang bisa bertindak adil kepada setiap istri yang di nikahinya. Dalih yang ada di hadist hanya malaikat dan rassulallah yang bisa melakukan dan membuktikannya. Itu menurut pandanganku. Masing-Masing bisa melontarkan segala macam isi kepala dengan perbedaan yang ada.
Menurut nasehat dan pandangan Ustadz Rahayu, Komunikasi anatara suami istri adalah senjata penting pada setiap rumah tangga.
Insyallah rumah tangga yang sudah di bangun akan baik-baik saja dengan komunikasi yang berjalan lancar seiring berjalannya waktu.
Akhirnya penceramahan dan diskusi selsai, para tamu di persilakan menyatap makanan yang ada di meja...
Phew, Bicara tentang rumah tangga memang tidak ada habisnya...
Current Mood: Happy
Current Music: Terlena, Maliq d Essential.


